Cara Mengatasi PCOS pada Wanita dengan Nutrisi Seimbang

Polycystic Ovarian Syndrome atau yang lebih dikenal dengan PCOS adalah gangguan hormon yang dialami oleh wanita. Biasanya, gangguan hormon ini terjadi pada wanita di usia suburnya. Gangguan ini seringkali menghambat para wanita untuk hamil. Lalu, bagaimanakah cara mengatasi PCOS? Simak artikel pembahasan seputar PCOS bersama dengan dr. Juwalita Surapsari M.Gizi, Sp. GK di bawah ini!

Apa Itu PCOS?

Gangguan hormon yang dialami oleh para wanita ini merupakan kondisi yang cukup umum dirasakan. Gejala awalnya ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur sejak usia remaja. Namun, siklus yang tidak teratur bukanlah satu-satunya ciri-ciri gejala PCOS. PCOS sendiri terjadi karena ketidakseimbangan hormon pada tubuh wanita. Salah satu hormon yang berperan dalam kondisi PCOS adalah hormon androgen. 

Hormon androgen adalah hormon yang diproduksi oleh sistem reproduksi pria dan wanita. Namun, pada wanita jumlahnya terbilang sedikit. Nah, kondisi PCOS biasanya ditandai dengan kelebihan hormon androgen. Hormon tersebut akan membuat indung telur memproduksi kantong berisi cairan lebih banyak sehingga sel telur tidak dapat berkembang. Alhasil, sel telur tidak bisa dibuahi dan para wanita tidak bisa hamil.

Penyebab PCOS pada Wanita

Menurut dr. Juwalita Surapsari M.Gizi, Sp. GK, penyebab PCOS pada wanita bersifat multifaktor. Adapun faktor-faktornya meliputi, resistensi insulin, hiperandrogenisme, genetik, dan epigenetik. Berikut ini dr. Juwalita Surapsari M.Gizi, Sp. GK memberi sedikit penjelasan tiap penyebab PCOS pada wanita.

  • Resistensi Insulin

Berdasarkan penelitian, diperkirakan lebih dari 70% orang dengan PCOS juga mengalami resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi saat tubuh tidak dapat menggunakan insulin seperti yang seharusnya. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Fungsinya agar tubuh dapat menggunakan gula sebagai sumber energi. 

Bila tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan tepat, maka dapat memicu produksi hormon androgen atau dikenal juga dengan kondisi hiperandrogenisme. Kondisi hiperandrogenisme diawali dengan gejala, seperti tumbuhnya rambut di wajah atau tubuh, kerontokan rambut kepala, jerawat, atau peningkatan kadar hormon testosteron dalam darah. 

  • Faktor Genetik

Penyebab PCOS pada wanita cukup kompleks karena faktor genetik juga memiliki peran. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kondisi PCOS ini bisa dikaitkan dengan faktor keturunan. Seorang ibu yang pernah memiliki riwayat PCOS dapat menurunkan gen tersebut pada anaknya kelak. 

  • Faktor Epigenetik

Faktor epigenetik mungkin memang masih asing bagi banyak orang. Epigenetik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi lingkungan yang dapat mengubah gen seseorang. Misalnya saja, seorang wanita kerap terpapar asap rokok atau merokok, maka kebiasaan buruk ini dapat mengubah gen. Akhirnya, generasi berikutnya bisa saja mengalami kondisi PCOS akibat faktor keturunan. Namun, tentu saja faktor ini sangat kompleks dan memerlukan lebih banyak penelitian.

Bagaimana Cara Mengatasi PCOS Berdasarkan Saran Dokter Spesialis Gizi Klinik?

Dokter Juwalita Surapsari M.Gizi, Sp. GK menjelaskan bahwa pada beberapa penelitian, para wanita yang mengalami PCOS biasanya mengonsumsi diet yang tidak seimbang. Diet tidak seimbang yang dimaksud adalah pola makan yang kurang akan serat, omega-3, kalsium, magnesium, zinc, serta vitamin C, D, B12, dan asam folat. Maka dari itu, dr. Juwalita Surapsari M.Gizi, Sp. GK menyarankan memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mengatasi PCOS pada wanita. 

Menurut dr. Juwalita Surapsari M.Gizi, Sp. GK pola makan memiliki peran penting dalam cara mengatasi PCOS. Perubahan gaya hidup, mencukupi nutrisi sehat, dan tercapainya berat badan ideal merupakan strategi penanganan yang paling penting. Pola makan yang sehat dengan berfokus pada konsumsi whole grains, sayur, buah-buahan, protein rendah lemak, serta susu tanpa atau rendah lemak, keju dan yogurt. 

Makanan-makanan tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan berat badan serta gula darah para wanita. Ketika mengonsumsi lemak, dr. Juwalita Surapsari M.Gizi, Sp. GK menyarankan agar memilih lemak sehat, seperti dari buah alpukat, olive, dan kacang-kacangan seperti walnut dan almond. Selain itu, dr. Juwalita Surapsari M.Gizi, Sp. GK menganjurkan agar para wanita mengonsumsi sayur dan buah. Sayur dan buah bisa membantu kecukupan asupan serat, serta folat yang sangat dibutuhkan untuk program hamil atau promil.

  • Almond

Kacang almond merupakan sumber lemak baik jenis monounsaturated fat (MUFA) diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol LDL serta memperbaiki hiperandrogenisme. Hal ini dapat terlihat pada penurunan free androgen index (FAI).

  • Alpukat

Buah alpukat juga merupakan sumber MUFA, serat, kalium, folat, dan lutein. Konsumsi alpukat sendiri bisa mengatasi food craving yang sering dialami penderita PCOS. Adanya serat dan lemak baik akan memberikan sensasi kenyang dan mencegah rasa ingin makan berlebih. Lemak baik dan dan serat ini juga akan mengontrol gula darah serta menurunkan risiko penyakit jantung. Adanya kalium, folat, dan lutein dalam alpukat juga penting dalam memperbaiki fertilitas atau kesuburan bagi wanita yang mengalami PCOS.

  • Kunyit

Ekstrak kunyit diketahui berpotensi memperbaiki ketidakseimbangan metabolik dan hormonal pada kondisi PCOS. Kunyit sendiri juga dipercaya dapat bantu mengatasi inflamasi atau peradangan dalam tubuh. Peradangan ini adalah salah satu faktor meningkatnya potensi resistensi insulin yang menyebabkan PCOS pada wanita.

Nah, itulah penjelasan mengenai kondisi gangguan hormon atau pcos yang kerap dialami oleh para wanita. Perlu diperhatikan bahwa kondisi ini merupakan kondisi yang disebabkan oleh beberapa faktor. Cara mengatasi PCOS yang tepat adalah dengan mengubah gaya hidup dan mencukupi nutrisi yang dibutuhkan. Menjaga berat badan agar tetap ideal juga berguna untuk bantu menyembuhkan kondisi PCOS.