Nutrisi Ibu Hamil untuk Cegah Stunting

Berdasarkan data dari Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, sebanyak 18,5% anak terlahir dalam keadaan stunting. Hal ini menunjukan bahwa kecukupan nutrisi ibu hamil sangat penting dalam menentukan kesehatan bayi kelak. Lalu, seperti apa nutrisi yang diperlukan ibu hamil untuk cegah stunting pada anak? Simak penjelasan dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK di bawah ini!

Apa Itu Stunting?

Stunting merupakan kondisi anak yang terlahir dengan perawakan yang pendek. Kondisi ini juga kerap dikaitkan dengan kekurangan gizi kronis yang diderita oleh anak secara berkepanjangan. Anak-anak yang mengalami kondisi stunting biasanya akan bertumbuh pendek dan kurus dibandingkan anak seumurannya. Selain itu, mereka juga memiliki imun tubuh yang lemah dan mudah sakit.

Di Indonesia sendiri, angka stunting sudah turun menjadi 21,6% pada 2022 setelah sebelumnya, pada 2021 mencapai 24,4%. Meskipun persentasenya menurun, namun kondisi stunting di Indonesia masih tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara. Hal ini tentu saja memerlukan perhatian khusus dengan melakukan pencegahan stunting bahkan sejak masih dalam kandungan.

Penyebab Stunting

Menurut dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, stunting dapat terjadi sejak masih dalam kandungan. Hal ini disebabkan karena nutrisi ibu selama masa kehamilan kurang bergizi. Dokter Juwalita Surapsari M.Gizi, Sp.GK menjelaskan bahwa salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting adalah anemia pada ibu hamil. Oleh sebab itu, ibu hamil perlu memperhatikan pemenuhan tambahan kalori dan protein saat mengandung.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan pada 2022, sebanyak 8,3 juta remaja putri kurang memperhatikan kebutuhan zat besi dan asam folat sehingga berisiko terkena anemia. Keadaan anemia yang diderita remaja putri hingga akhirnya menikah dan hamil akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang janin. Seperti yang disampaikan oleh dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp. GK, bagi ibu hamil, memperhatikan asupan zat besi, vitamin B12, dan asam folat amat penting untuk mencegah anemia.

Penyebab stunting tak hanya terjadi saat bayi dalam kandungan saja, namun hingga anak berusia di bawah 5 tahun. Hal ini dipengaruhi oleh pola makan dan gizi balita, ekonomi keluarga, hingga sanitasi dan akses layanan kesehatan. Maka, untuk cegah stunting pada anak, baik ibu dan ayah perlu memperhatikan asupan nutrisi anak hingga 5-6 tahun.

Makanan yang Wajib Dikonsumsi Ibu Hamil

Nutrisi berperan sebagai fondasi penting dalam pembentukan sel dan jaringan pada janin. Asupan nutrisi yang memadai dapat mendukung pertumbuhan serta perkembangan janin dengan optimal. Untuk itu, nutrisi ibu hamil harus dipenuhi dengan mengacu pada panduan ‘Isi Piringku Kaya Protein Hewani’  sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan.

Panduan Isi Piringku untuk Cegah Stunting 1

Porsi makan sesuai anjuran Kementerian Kesehatan di atas menekankan pada pemenuhan nutrisi ibu hamil yang penting, seperti zat besi dan asam folat. Zat besi didapatkan dari protein hewani, terutama daging merah, ikan laut, telur, dan daging ayam. Sedangkan, untuk asam folat dapat ditemukan pada sayuran hijau, alpukat, dan kacang-kacangan. Selain zat besi dan asam folat, ibu hamil juga perlu memperhatikan asupan vitamin C. Vitamin C ini memiliki peran penting dalam penyerapan zat besi dalam tubuh.

Untuk bantu memenuhi nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil, ada beberapa rekomendasi produk Re.juve yang kaya akan zat besi dan vitamin C. Berikut ini lima pilihan rekomendasi Re.juve yang tepat bagi Ibu hamil untuk cegah stunting sejak lahir.

Dibuat dari bayam organik, timun, stik seledri organik, apel, dan jeruk segar, Super Green adalah pilihan Cold-Pressed Juice tepat yang bisa bantu penuhi kebutuhan vitamin C dan zat besi ibu hamil. Dalam satu botol Super Green ukuran 250 ml, mengandung 1940 mg vitamin B9 (asam folat), 54 mg vitamin C, dan 3,8 mg zat besi.

Almond milk adalah salah satu  alternatif susu sapi yang sangat baik bila dikonsumsi ibu pada masa kehamilan. Green Almond Milk mengandung 6 kali kacang almond lebih banyak dari sari kacang almond di pasaran. Pilihan almond milk ini mengandung bayam organik segar yang terasa creamy, namun tidak akan membuat para ibu mual karena mengandung sedikit garam laut. Dalam satu botol Green Almond Milk ukuran 250 ml terdapat 7,28 mg zat besi yang dibutuhkan ibu hamil.

Pilihan almond milk lainnya adalah Violet Almond Milk yang dibuat dari campuran almond dan bit segar. Bit sendiri memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil, selain menjadi sumber makanan kaya zat besi. Bagi ibu hamil, bit dikenal dapat mengurangi pembengkakan, mengontrol tekanan darah, sumber antioksidan, dan dapat membantu perkembangan janin. Violet Almond Milk ukuran 250 ml mengandung sekitar 8 mg zat besi dan 45 mg vitamin C.

Protein adalah salah satu nutrisi yang sangat diperlukan ibu hamil. Dalam satu botol Chocolate High Smoothie terdapat sekitar 24 mg protein. Chocolate High Smoothie bisa bantu memenuhi kebutuhan protein ibu hamil karena smoothie ini juga kaya akan vitamin C dan kalsium.

Red Rocket merupakan salah satu varian True Cold-Pressed Juice dari Re.juve yang tinggi akan asam folat atau vitamin B9. Dalam satu botol ukuran 250 ml, terdapat 109 mg vitamin B9 yang sangat dibutuhkan ibu hamil untuk mencegah stunting. Bukan hanya itu saja, Red Rocket mengandung 46 mg vitamin C dan 3,53 mg zat besi.

Cegah Stunting dengan Pemenuhan Nutrisi Seimbang

Untuk mencegah stunting pada anak, dr. Juwalita Surapsari MGizi, Sp. GK menganjurkan agar ibu menjaga konsistensi pemenuhan nutrisi bagi si kecil hingga mencapai usia anak. Berilah makanan yang bervariasi dan tetap mengikuti rekomendasi ‘Isi Piringku’ sesuai tahapan usia anak. Kualitas makanan yang diberikan harus memenuhi komponen nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak), maupun nutrisi mikro (vitamin dan mineral). Selain pemenuhan nutrisi, pencegahan infeksi dengan memberikan imunisasi sesuai usia anak juga memegang peranan penting dalam mencegah stunting.